13.9.17

Perempuan yang Melepaskan

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Cerita yang akan saya tulis kali ini adalah sebuah kisah nyata. Dialami oleh beberapa orang terdekat saya. Dan saya harap, tidak ada lagi yang mengalaminya, selain mengalami kebahagiaan yang diridhoi oleh Allah. Kebahagiaan yang dijemput dengan cara dan jalan yang memang baik, sesuai dengan perintahNya, dan insyaa Allah diridhoi olehNya.

Tiga tahun lalu, saya pernah mengenal seorang perempuan. Begitu lembut hatinya, baik perangainya, selalu tersenyum pada setiap orang yang dijumpainya, tetapi dia rapuh. Kelembutan hatinya membuatnya mudah luluh, mudah terlena, pada apa yang diinginkannya ketika ia menjadi sebuah kenyataan. Ia memiliki keinginan untuk memiliki seorang kakak, laki-laki. Ya, karena dia adalah anak sulung, yang selalu menjadi ujung tombak curhatan di keluarganya. Pikirnya, jika ada seorang kakak untuknya, setidaknya ia memiliki tempat curhat lain. Kenapa laki-laki? Ntahlah, mungkin karena alam bawah sadarnya merasa laki-laki bisa melindungi lebih dari perempuan.

****

2012.

Ia bertemu dengan sosok kakak idamannya. Betapa ia merasa sangat diperhatikan, dipedulikan, didukung, didengar segala keluh kesahnya, dan semangat terus mengalir dari kakak itu. Tapi siapa sangka, suatu hari ia mengetahui bahwa kakak idamannya memfitnah dirinya. Kepada siapa? Kepada pacarnya. Dikatakan bahwa ia genit dan selalu mendekati si kakak ini. Padahal nyatanya, si kakaklah yang memperlakukan perempuan ini dengan begitu lembut dan penuh perhatian. Bahkan perempuan ini menjaga supaya ia tidak terlalu dekat, karena ia tahu, kakak ini sudah punya gandengan. Sampailah pada hari klarifikasi. Perempuan ini menangis, ditemani saudara laki-lakinya yang juga teman dekat kakak ini. Bertanya “kenapa?” tapi tak ada jawaban. Hancur sudah. Sejak saat itu, perempuan ini tidak lagi mau dekat dengan yang namanya laki-laki.