24.4.17

Perempuan: Masa Lalu dan Masa Depan

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Beberapa minggu lalu, saya mendapatkan banyak sekali stimulus yang membuat saya mempertanyakan masa lalu dan masa depan saya. Khususnya sebagai seorang perempuan. Saya juga baru sadar ternyata hal itu terjadi menjelang Hari kartini—yang bagi sebagian orang dianggap sebagai hari wanita Indonesia. Entahlah haha..

Apa yang saya pikirkan?

Setiap orang tentu memiliki masa lalu. Baik atau buruk, berbeda-beda bagi setiap orang. Pun setiap orang tentu memiliki titik terhitam dalam hidupnya, apapun itu. Termasuk saya. Bersyukurlah bagi kalian yang masih merasa hidupnya putih dan lurus-lurus aja haha... Terus jaga diri, jaga putihnya hidupmu biar ga sehitam orang-orang yang pernah punya masa lalu kelam.

Definisi masa lalu yang kelam bagi setiap orang pun beda-beda. Simpelnya, ada yang merasa dulu saat SD udah suka nyontek dan pas SMA jadi tobat, mungkin merasa masa SDnya adalah masa terkelam dan terhitam dalam hidupnya karena jadi ahli sontek menyontek. Dan yah... Ada pula yang menganggap menyontek itu hal biasa dan ga buruk-buruk amat untuk disebut sebagai masa lalu yang kelam. Maka dari itu, judgement soal masa lalu yang hitam kelam tergantung masing-masing yang mengalaminya.

Namun, ada yang mengganjal pikiran saya ketika mendapatkan stimulus untuk kembali muhasabah diri dan membuka memori masa lalu itu. Sebuah pertanyaan, yang kadang bikin saya minder juga, yaitu, apakah laki-laki mau memilih perempuan dengan masa lalu kelam (menurut dirinya)?

Beberapa teman saya ajak diskusi soal ini. Perempuan juga laki-laki. Sesama perempuan kalo diskusi soal itu ga nemu jawaban selain, “Gatau nih, kalo rasional sih, mana ada laki-laki yang mau sama perempuan yang masa lalunya jelek.” Atau, “Eh iya sih, aku jadi takut juga gara-gara kamu nanya gituan.” Dan yah, jadi nggosip deh kalo sama perempuan mah hahaha..

Ya, kalo mau logis mah ya mana ada laki-laki yang mau sama perempuan yang, istilahnya, ga baik-baik amat. Kalo liat temen-temen saya yang dapet label ukhti-ukhti dengan khimar lebar dan masyaa Allah keliatannya sholehah banget (dibanding saya yang masih belajar banyak hal) rasanya minder. Muncul juga pikiran macam, ya kalo laki-laki maunya sama perempuan yang baik masa lalu dan masa depannya, apa kabar para perempuan yang berusaha untuk hijrah setengah mati meninggalkan dunia hitam menuju cahaya Allah? Apa mereka ga liat seberapa strugglenya para perempuan yang berusaha menjadi lebih baik setiap harinya di lingkungan yang sangat tidak mendukung dibanding mereka yang memang sudah memiliki lingkungan yang baik sejak lahir?

Ah, apasih, kalo mikirnya kayak gitu, bisa-bisa hijrahnya bukan karena Allah, tapi karena pengen dapet pasangan yang baik. Ya tapi emang gaada yang gamau punya pasangan yang baik sih... Tapi hati-hatilah dalam berniat. Kata hadist juga kalo niat hijrah karena Allah, insyaa Allah dapet ridhanya Allah, tapi kalo niat hijrah karena manusia jadinya ya dapet manusia aja.

Tak dapat dipungkiri, tiap mikirin hal seperti ini, wajah teman-teman saya yang terlihat, ya Allah, sholehah banget dibanding saya yang masih suka korea-koreaan, saya gaberani berharap lebih selain berharap Allah ridha dan mau mengampuni dosa-dosa saya di masa lalu. Disaat temen-temen ada yang ngarep nanti nikah sama si A, B, C, sampe Z, saya udah mulai masuk di tahap bodo amat ntar ama siapa, yang penting dosa-dosa saya di masa lalu yang hitam banget sampai sekarang diampuni sama Allah, yang penting sekarang saya berusaha buat terus berbuat baik untuk membalas keburukan yang pernah saya lakukan, apapun itu, di masa lalu.

Walau kadang takut juga. Saya pernah denger, orang tuanya laki-laki itu ketika seorang laki-laki memilih calon istrinya, bakal nanyain perempuan itu seperti apa, masa lalunya gimana, orang tuanya gimana, dll. Ya bener sih, cuma saya nemu beberapa kasus yang ketika masa lalu perempuan itu buruk, hubungan mereka langsung selesai begitu saja. Tapi banyak juga kok cerita-cerita perempuan hebat yang hijrah dengan hebat meski seburuk apapun masa lalunya, ia mendapatkan pasangan yang luar biasa sholehnya.

Yaudah sih ya, kalo inget ceritanya Umar bin Khattab, atau Khalid bin Walid yang masa lalunya buruk dan memerangi agama Allah, tapi ketika mereka bertaubat dan bener-bener hijrah karena Allah, mereka jadi hamba Allah yang luar biasa sholehnya, ridha Allah pun jangan ditanya, ada untuk mereka.

Mau laki-laki atau perempuan, siapapun yang punya masa lalu yang kelam, selama dia sadar dan bertaubat serta benar-benar hijrah untuk mendapatkan ridha Allah, insyaa Allah dapet ridha dan ampunan Allah. Percaya aja. Beneran ini mah. Allah itu Maha Pengampun.

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. An-Nisaa’: 110)

Sebagai penutup, buat seluruh perempuan yang mungkin mengalami hal seperti saya—memikirkan masa lalu dan takut akan masa depan—saya juga menanyakan hal-hal di atas kepada teman-teman laki-laki saya. Ada yang memberi jawaban nyata seperti,

“Dikalangan cowo sih gapernah ngomongin si ini dulu orangnya gimana atau gimana. Tapi kalo udah berhadapan sama orang tua dan orang tua gasuka dengan masa lalu si cewe, ya cowo punya 3 pilihan, menggunakan free will yang dia punya, nurut sama ortu, atau menegosiasi orang tuanya dulu baru memilih.”

Ada pula yang memberi jawaban normatif, yang bikin saya sebel pas nerima pendapatnya karena saya mintanya jangan kasih pandangan yang normatif. Tapi menurut saya ini juga patut saya berikan untuk menambah pandangan kita dan emang bener sih pendapatnya dia haha,

“Laki-laki yang baik, tidak akan menanyakan masa lalu perempuannya. Biarlah masa lalunya adalah masalah dirinya dengan Allah. Allah telah menutup aib perempuan itu tanpa satupun dan siapapun yang tau. Itu tanda cinta Allah sama hambaNya, mengunci dan menyembunyikan kesalahan dan aibnya, menjadikannya selalu dekat denganNya. Selalu memperbaiki diri dan menyadari tidak ada manusia yang luput dari kesalahan kecuali Rasulullah. Untuk aib yang sudah ditutup masa lalu dan hanya dirinya dan Allah yang tau, maka tidak perlu lagi mengurai benang kusut. Cukuplah apa yang perempuan itu punya, keimanan dan agamanya, tak ada untungnya bagi si laki-laki membuka aib masa lalu yang sudah dengan rapatnya ditutup Allah.”

Jadi, semangat berhijrah dan membangun masa depanmu wahai perempuan. Tidak ada yang lebih indah selain mendapatkan cinta, kasih sayang, ridha, dan ampunan dari Allah. Masa depanmu ada di tangan Allah. Maka serahkan semuanya pada Allah, jadikan yang lalu pelajaran bahwa kau pernah melakukan kesalahan, dan buka lembaran baru demi masa depanmu yang lebih indah bersama Allah selalu di hatimu, sampai nanti kita semua dapat bertemu dengan Allah di jannahNya :)

salam,

anisanza

Tidak ada komentar:

Posting Komentar