2.3.17

Time Flies, People Do (not) Change

“Aku harap kamu tetap sama seperti sekarang, tolong jangan berubah..”
“Kamu ga akan berubah kan?”
“Aku ga akan berubah, aku akan terus sama seperti yang kamu kenal..”

****

Bismillahirrahmaanirrahiim...

Apa ada yang sering dengar atau bahkan mengucapkan kalimat langsung seperti diawal postingan ini kepada orang-orang yang kita sayang atau bahkan ke orang yang hanya kita kenal?

Ya, kebanyakan dari kita tidak ingin melihat seseorang yang sudah kita kenal atau bahkan kita sayang berubah dan menjadi orang lain yang mungkin tidak kita kenal sebelumnya.  Entah apapun alasannya, saya juga pernah mengalami hal itu. Mengucapkan kalimat itu pada orang-orang yang saya sayangi. Atas dasar ketakutan akan kehilangan. Haha..

Biasanya, ketika kita sudah merasa memiliki seseorang dalam hidup kita, seperti teman, sahabat, atau mungkin calon pendamping hidup (haha), ketika akan berpisah, atau sedang membahas masa depan, atau entah apa kondisi percakapannya, kalimat itu terlontar.

“Kamu ga akan berubah kan?”

Dengan harapan, orang yang menjadi subjek dari kalimat itu tetap menjadi orang yang sama, yang kita kenal saat ini dan tidak berubah. Sampai pada waktunya, saya belajar banyak hal dari beberapa pengalaman yang pernah saya alami dan sampai pada sebuah kesimpulan...

Semua itu sia-sia.

Seperti kata sebuah quotes, “Time flies, people change”, seiring berjalan waktu orang akan berubah. Wajar saja. Berubah menjadi seseorang yang berbeda adalah sebuah bentuk pertahanan hidup. Adaptasi. Atas apa yang terjadi di lingkungan tempat kita tinggal.

Dan saya menyadari sesuatu. Kemarin. Benar-benar kemarin, melihat berbagai perubahan di depan mata saya, bahkan perubahan pada diri saya sendiri.

Bodoh jika kita meminta orang yang kita saya untuk tidak berubah.
Bodoh jika kita berdo’a ia akan tetap menjadi orang yang sama seperti yang kita kenal saat ini di masa depan.
Bodoh karena kita tertipu keegoisan diri yang takut akan kehilangan.
Nyatanya, semua akan berubah. Bahkan musim pun berubah bukan? Tidak mungkin ada orang yang sama sejak lahir hingga akhir hidupnya. Saya rasa sih, itu tidak mungkin. Dan bodohlah kita jika tetap meminta orang-orang (apalagi) yang kita sayangi untuk tidak berubah.

Apakah kita akan melarang jika toh dia akan berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya? Menjadi lebih shaleh/shalehah misalnya. Menjadi lebih bertanggungjawab dan menepati janji-janjinya misalnya. Menjadi lebih tangguh, sabar, dan ikhlas misalnya. Menjadi lebih bijaksana dan pengertian atas kondisi di masa depan misalnya. Menjadi lebih kritis dan dewasa misalnya.

Dan  menjadi-menjadi yang lainnya...

Akankan kita melarang?

Nyatanya, semua orang akan berubah. Pun diri kita sendiri pasti akan berubah, dengan atau tanpa kita sadari. Karena perubahan dalam hidup adalah sebuah keniscayaan. Sebuah pertahanan diri. Sebuah adaptasi, dan produk dari ilmu-ilmu yang kita dapat dari lingkungan kita.

Janganlah memohon pada Allah agar orang-orang yang kita sayangi tetap sama dan tidak mengalami perubahan. Tapi berdo'alah, agar mereka menjadi semakin lebih baik. Menjadi lebih bertanggungjawab jika dulu ia teledor dan ingkar janji. Menjadi lebih sabar jika dulu ia tempramen. Menjadi lebih dewasa jika dulu ia sangat kekanak-kanakan. Dan tentunya, menjadi seseorang yang selalu dekat dengan-Nya, terlebih jika dulu ia adalah sosok yang tak peduli pada aturan-Nya.

Jika ternyata orang yang kita sayangi berubah menjadi lebih buruk, maka ingatkan dia, do’akan dia, agar kita bisa sama-sama berubah menjadi lebih baik seiring waktu bergulir. Tidak mau kan kalau kita berada di surga sendiri tanpa orang-orang yang kita kenal dan kita sayangi? :)

Semoga kita menjadi seseorang yang terus berusaha mengubah diri agar menjadi lebih baik dan lebih dekat dengan Allah, Sang Pencipta, Sang Pemilik Hati.

sekian,
anisanza

Maaf, untuk ia yang dulu pernah kuminta agar jangan berubah.
Berubahlah, menjadi sosok yang lebih baik dan sosok yang selalu mengingat Allah dalam setiap hembusan nafas..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar