19.11.16

Benih Tertuai dari Psikologi

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Pikiran itu seperti kebun yang bisa menumbuhkan benih-benih ide dari berbagai stimulus yang manusia dapatkan. Ketika banyak benih yang ditanam dan tumbuh bersamaan, terkadang manusia menjadi bingung, bibit mana yang harus ia panen terlebih dahulu menjadi sebuah paragraf demi paragraf.

Beberapa waktu lalu, saya mengalami hal itu. Bukan beberapa waktu sih, sejak saya masuk psikologi lebih tepatnya. Banyak bibit-bibit tertanam dalam pikiran saya dan mereka tumbuh bersamaan sampai saya bingung mana yang harus saya tuai terlebih dahulu.

Pada akhirnya, semalam, saya memutuskan untuk menuai bibit ini. Dalam postingan ini, saya ingin membagi suatu hal yang cukup membuat saya tertegun. Terlebih karena saya belajar psikologi.

Mungkin bagi sebagian besar orang, stigma-stigma atau labelling yang diberikan kepada siapapun yang mempelajari, terutama yang berkuliah di jurusan Psikologi tidak jauh dari kami adalah seorang peramal, pembaca pikiran, serba tahu, serba bisa memberi solusi, dan lain sebagainya.

Nyatanya, tidak.

15.11.16

Lingkaran Cahaya

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Lingkaran Cahaya.

Mungkin tidak semua orang dapat menemukan makna dibalik sepenggal frase itu. Bagiku, lingkaran cahaya adalah sebuah frase yang memiliki makna dalam dan sangat berarti dalam hidup ini.

Bagaimana bisa?

Disinilah aku terjebak. Terjebak dalam kebaikan. Sedikit demi sedikit cipratan kebaikan itu mengenaiku. Bahkan ketika aku belum mengenal arti kebaikan yang sesungguhnya. Yah, walaupun saat ini pun aku masih berusaha mengerti. Tapi, cipratan cahaya itu menuntunku. Ke lubang yang lebih dalam, lebih jauh, menuju lingkaran cahaya.

Bagaimana bisa ia menjadi cahaya?

Tentu bisa. Di dalamnya berisi orang-orang yang penuh tekad memperjuangkan kebaikan. Memperjuangkan apa yang disebut dengan dakwah. Secara pribadi maupun secara umum. Lingkaran cahaya ini adalah partikel terkecil dari seluruh langkah para pembawa cahaya. Cahaya kebaikan.