26.3.16

Cinta dan Masalahnya..

Bismillah..

Ketika sudah (hampir bisa) move up dan terlepas dari permasalahan ini, eh.. ternyata memang diujinya ga jauh-jauh dari masalah ini. Masalah apa? Masalah hati, penyakit hati yang sering sekali memakan banyak korban—termasuk saya.

Kalo di pelajaran biologi, katanya, hati itu yang menyaring racun-racun yang ada di dalam tubuh. Mungkin “hati” yang ini pun begitu. Seharusnya, dia bisa menyaring hal-hal yang buruk agar tidak mengendap di dalam tubuhnya. Seperti... Virus Merah Jambu. Virus Pink. Virus Cinta.

Perasaan itu fitrah memang, tapi yang namanya fitrah bukannya suci dan tidak membahayakan? Lantas kenapa bisa jadi virus? Bahkan penyakit? Ya, bisa jadi karena setan sudah bermain di dalamnya untuk mengotori kesucian dari fitrah itu.

Tidak dipungkiri, setiap orang pasti pernah merasakan “perasaan khusus” ini, ke lawan jenisnya. Ya mungkin ada beberapa yang belum seperti salah seorang teman saya yang ga ngerti gimana rasanya suka sama orang dan ngertinya rasa suka ke anime.. Saya pun pernah terjebak di dalamnya, tidak sekali dua kali, tapi berkali-kali. Sampai banyak teguran yang didapat, banyak peringatan yang diterima, dari lingkungan bahkan dari Allah. 

18.3.16

Dibalik Makna Menuntut Ilmu

Bismillah..

Ada hal menarik yang saya dapatkan ketika mengikuti diskusi—Kajian Kamis Manis—dari departemen Syi’ar Keluarga Muslim Psikologi. Ini memang bukan kali pertama KMP mengadakan kajian. Namun, ini pertama kalinya departemen Syi’ar mengadakan kajian yang sebenarnya terbuka untuk umum, tapi ya qadarullah yang datang alhamdulillah ada 10-12 orang. Singkatnya, saya mau share sesuatu yang saya dapatkan dan menurut saya itu bermanfaat, sangat bermanfaat bagi para pencari Ilmu.

Inti dari kajian kali ini tentang Ilmu.

Ada makna lain yang terdapat dibalik kata Thalabul ‘Ilmy, atau menuntut ilmu. Bahwa ternyata, kita para pencari dan para penuntut ilmu sejatinya bukan hanya mencari ilmu dengan makna harfiah. Kita harus tahu, apa yang kita cari, ilmu apa yang mau kita ‘tuntut’, dan sejatinya, jika benar-benar serius menuntut ilmu, kita akan mencari ilmu yang kita tuju tidak hanya di satu tempat. Jika kita tidak menemukan apa yang kita cari, kita akan menelusuri tempat lain untuk mendapatkannya.

Realitanya saat ini adalah...