4.4.15

Renovasi Pikiran

Bismillahirrohmaanirrohim...

Beberapa hari ini, pikiran saya disibukan dengan berbagai hal.  Saking banyaknya, saya sampai bingung apa yang sebenarnya sedang saya pikirkan.  Apalagi ketika media mulai memberitakan hal-hal negatif yang sedang terjadi di dunia ini.  Mulai dari Indonesia sampai Arab Saudi.  Allahu Akbar.. Pemikiran saya berkelebat diseputar hal itu saja.  Namun rasanya, kepala ini berat sekali... Solusi belum ditemukan.  Apa saya harus pakai cara self-therapy? hehehe.. :)

Salah satu dari sekian banyak hal yang saya pikirkan adalah soal tujuan hidup, dunia-akhirat.  Woh, seram sekali rasanya hehe.. Tapi tidak, disini saya ingin sedikit berbagi beberapa hal yang mungkin bisa membuat kita kembali berpikir ulang.  Terutama kamu, iya kamu, para perempuan yang sholehah ^^

Saya bukan orang yang senang dengan keramaian, pun dengan lingkungan yang mengharuskan saya bekerja sama dengan banyak orang.  Kata banyak disini itu buat saya kisaran lebih dari 10 orang.  Kenapa? Entahlah, mungkin karena kepribadian saya memang seperti ini, lebih senang bekerja sama dengan sedikit orang saja.  Nanti kalau saya jelaskan malah tambah panjang..

Saya juga bukan orang yang suka berbicara di depan umum, kondisi dimana saya harus berbicara di depan forum yang berisi lebih dari 10 orang.  Tapi, saya sudah mulai belajar untuk itu, karena tuntutan hidup *ceilaah..*  Kenapa? Karena saya lebih suka berpikir *ini yang suka bikin saya pusing sendiri*, berpikir sendiri dan menceritakan ke satu-dua orang lebih mudah daripada mengutarakan ke banyak orang.  Kecuali saya mengutarakannya lewat tulisan :)

Saya juga bukan orang yang mudah meng-iya-kan suatu hal.  Mungkin negatifnya saya, terlalu banyak pertimbangan.  Ya nggak juga sih... Saya hanya suka dengan kejelasan.  Seperti misalkan ada sebuah acara yang akan diadakan, saya diajak, tentu akan saya tanyakan sedetail mungkin seperti acaranya isinya apa? urgensinya apa? dimana? dari kapan sampai kapan? yaaa seputar itu.  Mungkin banyak yang risih dengan sifat saya yang seperti itu, tapi daripada saya ikut-ikutan tanpa tau alasannya alias Taklid.

Sehingga, dari berbagai hal itu, saya kembali bertanya, "Tujuan kamu ada di UGM ngapain?"