29.3.15

Konsep Pendidikan - Ki Hadjar Dewantara

Bismillahirrohmaannirrohiim..

Pendidikan.  Salah satu ranah yang saat ini sedang mengalami pasang-surut di Indonesia.  Salah satu bagian dari Indonesia yang 'terlihat' kurang diperhatikan oleh warganya sendiri.  Pendidikan.  Salah satu topik yang menarik untuk dibahas, terutama oleh saya pribadi.

Saya mendapat ilmu baru dari sebuah forum diskusi kecil bersama teman-teman yang juga tertarik di bidang ini.  Suatu hari kami membicarakan soal konsep pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara.  Salah satunya konsep Pendopo.

Mungkin terlebih dahulu saya perkenalkan apa itu pendopo.  Kurang lebih seperti ini,

diambil dari Google
Ya, terbuka, tidak ada pintu, jendela, bahkan tembok sekalipun.  Bagi Ki Hadjar, pendopo merupakan suatu tempat yang penting.  Dimana setiap orang bisa singgah disitu mungkin hanya untuk beristirahat melepas lelah.  Dulu, pendopo ini digunakan sebagai tempat mengajar beliau.  Dimana murid-murid beliau belajar disini dan para orang tua bisa ikut melihat proses pembelajarannya, bahkan mungkin sekaligus ikut belajar.  Juga, masyarakat sekitar pun bisa melihat proses pembelajaran yang ada.  Tidak ada yang tertutup.  Semua bisa belajar bersama.  Pendopo ini juga bisa menjadi tempat berinteraksi antar pengajar-murid-orang tua-masyarakat.  Konsep ini mahal, dan jarang kita lihat bangunan seperti ini bukan?

Satu hal yang bisa saya simpulkan, pendidikan kita sekarang lebih tertuju pada sekolah-sekolah yang bangunannya terdiri dari tembok tebal, tinggi, dan bahkan tertutup.  Orang tua ada yang tidak diizinkan ikut masuk memantau anaknya.  Ya, karena otoritas sudah ada di pihak sekolah.  Tapi, apa pihak sekolah capable dalam mengurus seluruh anak muridnya? Sudah baikkah sistem dalam sekolah itu?  Jika kita perhatikan, ketika bel sekolah berdering tanda waktu pulang sudah tiba, bagaimana reaksi para siswa? Senang bukan?

Jika siswa itu senang ketika bel sekolah tanda waktu pulang bebunyi, berarti, sekolah bukan menjadi tempat yang nyaman, bukan menjadi tempat belajar yang baik, yang efektif.  Sekolah saat ini lebih seperti 'penjara' yang mehanan siswanya dari kegiatan lain.

Sekolah = Penjara

Apa seperti itu konsep pendidikan yang kita inginkan?

****

Sedikit akan saya paparkan hasil tulisan saya untuk diskusi psikologi pendidikan bersama teman-teman di sini.

8.3.15

Mengalahkan Ego (atau Id?) - Introspeksi

Assalamu'alaikum :)

Bulan apa sekarang? Yap, Maret, ga kerasa udah hampir sebulan di Jogja lagi setelah liburan semester gasal kemarin...  Dan ga kerasa juga ternyata udah sebulanan ga nyentuh blog ini.  Kenapa? Bukan karena gaada waktu, waktu mah ada, pasti ada kok insyaa Allah buat berbagi cerita.  Hanya, bingung aja mau cerita apa.  Akhir-akhir ini jiwa menulisnya lagi terbang dikalahkan sama jiwa membaca jurnal penelitian haha :)

Setelah pulang kemarin, mendapat banyak pencerahan.  Ya, memang itulah yang dicari.  Semakin sadar bahwa banyak hal yang harus dikerjakan, tapi kenapa masih bisa berleha-leha?

Ketika kembali lagi ke Jogja, kembali menyadari bahwa sesungguhnya perjalanan masih panjang.  Tapi, apakah perjalanan panjang ini aku niatkan untuk Allah?  Kembali meluruskan niat.. Kembali menatap tujuan-tujuan dan cita-cita yang tertulis di Buku Biru.  Satu hal yang aku tekankan pada diriku sendiri, aku harus bisa mengalahkan egoisme ku sendiri.