23.11.14

Kapasitas

Seperti gelas yang akan tumpah jika diisi penuh dengan air tanpa memindahkannya ke gelas yang lain.  Seperti itu pula manusia.  Masing-masing memiliki kapasitas tersendiri, yang tidak dapat dipaksakan untuk selalu penuh, namun dapat dibangun dengan menyediakan wadah lain untuk mengalihkan isi yang dimilikinya.

Layaknya gelas ukur yang punya ukuran masing-masing, manusia pun harus menyadari kapasitas dirinya.  Jika masih bisa diisi lebih, kenapa tidak? Itu yang dinamakan tahu batasan diri tapi tidak membatasi diri.

Lantas, wadah lain yang bisa membantu manusia apa?

Dalam hal ini, aku menyebutnya rehat.  Beristirahat sejenak dari segala kesibukan.  Mengevaluasi diri, memberikan jatah tubuh untuk diperhatikan.  Manusia bukan robot, yang bisa terus menerus disuruh bekerja.  Suatu keniscayaan bahwa manusia butuh istirahat.  Apalagi jika kapasitas diri sudah full.

Toleransi diperlukan dalam hal ini.  Keikhlasan pun diperlukan dalam hal ini.  Karena kadang, manusia lupa diri.  Ketika tubuh meminta jatahnya, manusia memaksa tubuh itu untuk terus bekerja.  Hasilnya? Semua tergantung pada masing-masing.  Karena aku tidak bisa menjudge sesuatu dari sudut pandangku saja bukan? :)

Intinya, semua punya kapasitas.  Semua punya peran yang berbeda di tempat yang berbeda, baik itu dengan tujuan yang sama maupun berbeda.  Semua sesuai kapasitasnya.  Allah Maha Tahu akan hal itu.

.Karena amanah tidak akan pernah salah memilih pundak.

salam,
anisanza

Tidak ada komentar:

Posting Komentar