29.12.14

SILATNAS FORNUSA II @Yogyakarta

Assalamu'alaikum..

It's been late, right? Entahlah.. banyak yang ingin ditulis, tapi banyak pula 'desakan' aneh untuk tidak menulis.  Tapi kali ini, aku memaksa untuk melawan 'desakan' aneh itu dan mulai menulis lagi :)

Ingin bercerita tentang satu cerita tentunya.  Cerita yang dulu sempat membawaku berkelana dengan pikiran-pikiran visioner yang hebat, yang entah saat ini pikiran itu lari kemana.  Cerita tentang dulu yang sempat membawaku bertemu bunga-bunga yang bermekaran yang tumbuh tiba-tiba dalam ladang yang tandus, setelah sekian lama..  Cerita tentang kita, kami, mereka, yang merasakan gejolak cinta kepada Rabb kami.  Cerita tentang gema takbir yang merasuki jiwa-jiwa muda kami. Ya, cerita yang berbeda, namun dalam ranah yang sama.. :)

****

awal Desember 2014..

"Nis, kamu mau nggak jadi LO?" -Mbak Ayas-
"LO apa mbak?"
"LO Silatnas.." -Mbak Ayas-
"Uwaaa... mau banget mbak hehe, LO nya siapa? Bogor?"
"Yaa nanti kalo bisa di custom, aku jadiin di LO Bogor deh hehe"
"Yee.. okedeh mbak hehe.. makasih ya mbak"

****

10.12.14

Sejenak...

Sejenak ingin menghilang.

Sejenak ingin tidak dikenal. Supaya bebas pergi kemana pun. Supaya aku bisa terbebas dari semua orang disini. Tapi, apakah aku benar benar tidak ingin dikenal?

Sejenak ingin berteriak.

Sejenak ingin marah, tapi ke siapa? Ke mereka? Mereka salah apa?

Sejenak berpikir. Apa yg diinginkan Allah dari semua ini?

Sejenak ingin menangis. Perasaan ini begitu membuncah. Menari nari dengan irama sendu. Menantimu, kamu yang akan hadir dalam hidupku dan membawa pelangi untukku. Entah siapa dirimu aku tidak peduli. Tapi yang kuharap hanya kamu, yg sudah aku harapkan sejak saat itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
... dan akhirnya semua yang tertahan itu tumpah..

30.11.14

Tentang Tanya

kadang aku bertanya tanya.. bertanya tentang mereka, ya mereka..
mereka yang berada di jalan itu lebih dulu dari aku..
 
bagaimana mereka dididik? 
dari mana mental pemimpin itu hadir? dari mana ke kritisan pikiran itu muncul?

bagaimana kehidupan mereka sejak kecil? apa saja yg mereka lalui? apa saja yg mereka hadapi? bagaimana sikap mereka? apa saja yg telah mereka pelajari?

dan masih banyak lagi kalimat tanya yg terkadang muncul seperti bom dalam pikiranku..

lalu membandingkannya denganku. aku. apa yg sudah kudapat? apa yg sudah kulalui? apa yg sudah kuhasilkan? apa? bagaimana? darimana? mengapa?

semua kata tanya. 5W 1H yang dipelajari sejak SD itu pun, menjadi sesuatu yang seolah olah menguras pikiranku. aku tidak berdaya menolak segala kata tanya itu. terlebih jika aku menerima hal yg membuatku selalu berpikir. apa maknanya?

sungguh, ingin kutahu semua jawaban atas pertanyaanku.
dan malam ini, mengutip pernyataan dr seorang teman di status Line nya malam ini yang tepat seolah mengarah kepadaku, yang berkata, "Bagus jika kamu bertanya, untuk setiap hal yang tak kamu ketahui. Tapi kamu harus tahu jua, kalau tak setiap tanya punya jawabnya"

Mungkin aku memang belum pantas berada di posisi mereka..

dan kembali aku merenung. merenung sembari menyapa alam mimpi yang akan hadir sesaat lagi..

****

23.11.14

Kapasitas

Seperti gelas yang akan tumpah jika diisi penuh dengan air tanpa memindahkannya ke gelas yang lain.  Seperti itu pula manusia.  Masing-masing memiliki kapasitas tersendiri, yang tidak dapat dipaksakan untuk selalu penuh, namun dapat dibangun dengan menyediakan wadah lain untuk mengalihkan isi yang dimilikinya.

Layaknya gelas ukur yang punya ukuran masing-masing, manusia pun harus menyadari kapasitas dirinya.  Jika masih bisa diisi lebih, kenapa tidak? Itu yang dinamakan tahu batasan diri tapi tidak membatasi diri.

Lantas, wadah lain yang bisa membantu manusia apa?

Dalam hal ini, aku menyebutnya rehat.  Beristirahat sejenak dari segala kesibukan.  Mengevaluasi diri, memberikan jatah tubuh untuk diperhatikan.  Manusia bukan robot, yang bisa terus menerus disuruh bekerja.  Suatu keniscayaan bahwa manusia butuh istirahat.  Apalagi jika kapasitas diri sudah full.

Toleransi diperlukan dalam hal ini.  Keikhlasan pun diperlukan dalam hal ini.  Karena kadang, manusia lupa diri.  Ketika tubuh meminta jatahnya, manusia memaksa tubuh itu untuk terus bekerja.  Hasilnya? Semua tergantung pada masing-masing.  Karena aku tidak bisa menjudge sesuatu dari sudut pandangku saja bukan? :)

Intinya, semua punya kapasitas.  Semua punya peran yang berbeda di tempat yang berbeda, baik itu dengan tujuan yang sama maupun berbeda.  Semua sesuai kapasitasnya.  Allah Maha Tahu akan hal itu.

.Karena amanah tidak akan pernah salah memilih pundak.

salam,
anisanza

30.10.14

Perbedaan -- Siswa dan (Maha)siswa

sumber: nemu di google
Siswa—MahaSiswa

Tentu kau menyadari perbedaan yang hadir dalam suku kata diatas.  Perbedaan yang memang menuntut adanya perbedaan dalam perlakuannya.  Siswa—MahaSiswa.  Kau yang dulu menjadi Siswa, kini telah bermetamorfosis menjadi seorang Maha.  Seorang Maha dari Siswa.  Mahasiswa.

Maha, yang bisa segalanya.

Tuntutan dari imbuhan “Maha” itu kadang membuatmu merasakan hawa-hawa mendung yang hadir di dalam hatimu.  Sesuatu yang kau inginkan saat kau jadi siswa, namun menjadi sesuatu yang membebanimu saat mendapatkan titel itu. Tidak, tidak selalu membebani.  Tergantung bagaimana kau menghadapinya.  Tergantung bagaimana kau bisa menjalankan tugas-tugasmu sebagai seorang Maha dengan tetap tersenyum dan ikhlas.

Itu yang sulit.

Tersenyum dan ikhlas. 

15.10.14

selamat ngurang tahun! :)

Assalamu'alaikum...

Lama ga update, mencuri-curi waktu untuk update pun susah :)

Cuma mau update ini.... Ucapan selamat dari temen-temen di Smansa pas ultah ke 17 ^^





23.9.14

..Bogor-Yogyakarta..

Assalamu'alaikum..

Hmm.. selalu bingung untuk mengawali cerita.  Apa kabar kau yang di sana? Aku disini baik-baik saja.  Aku, pencari ritme, yang sudah mulai menemukan ritme ku di sini, Yogyakarta.

Dulu, aku yang memang menginginkan untuk tinggal di sini, menuntut ilmu yang lebih tinggi..  Dan itu terwujud.  Sudah.. tidak perlu lagi kuceritakan soal itu.  Hanya saja.. seorang rantauan, yang hidup di tempat lain di luar zona nyamannya selama ini, selalu berusaha mencari ritme kehidupan di awal masa barunya itu.

Dan aku menemukannya!

Menemukan ritme itu untuk yang pertama kalinya di hari saat lingkaran cahaya itu kembali ku datangi.  Mendapat ikatan baru bersama saudari seiman.  Tertawa dan berbagi bersama.. :')

Aku rindu lingkaran ini.  Lingkaran yang mempertemukanku dengan kekuatan.  Lingkaran yang menerangi kehidupanku.  Ya... seperti mereka, lingkaran cahayaku di Bogor...

8.9.14

Pencari Ritme

Assalamu'alaikum..

Sebenarnya, saya pengen cerita tentang gimana minggu pertama kuliah.  Tapi.. ada yang meminta untuk dilampiaskan terlebih dahulu. Jadi.. Sepertinya ini posting hanya untuk menenangkan hati saya saja.. 

Kehidupan merantau itu... kadang melelahkan. Ketika kita berjumpa dengan dunia baru, dunia yang belum benar-benar kita kenal, dunia yang... asing, mungkin?

Ketika kita dituntut untuk survive sendiri, tanpa dampingan orang tua tercinta, tanpa keluarga yang biasanya kita lihat sehari hari.  Ya, semestinya memang perlu disadari lebih awal.  Tapi mungkin, ketika kita memikirkan segala kemungkinan di awal, kita belum benar-benar merasakan apa yang dinamakan "Dunia" dan "Kehidupan" luar, diluar zona nyaman kita tentunya.

Lantas, apa yang akan terjadi jika iman, keyakinan, semangat, dan hati itu melemah kekuatannya?

Jawabannya tentu, survive menjadi hal yang paling menyulitkan dan menyakitkan dalam hidup ini.  Padahal kita sama-sama sudah dewasa.  Tapi apa benar kita sudah dewasa? Sedewasa apakah? Tanyakan lagi pada dirimu, terutama kau yang menjadi dan akan menjadi seorang perantau yang jauh dari keluarga.

Apa yang kita cari dari perantauan?

1.9.14

Kisah Baru...

Assalamu'alaikum :)

Kembali dengan cerita baru.  Janji untuk bercerita melalui blog ini kepada beberapa orang, kumulai dari sini.  Hari yang baru, dimana kisah baru sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa minggu yang lalu...

01 September 2014

Hari pertama menjadi seorang mahasiswi. Hari kuliah pertama, dimana tidak hanya saya, namun hampir semua teman-teman masih 'beradaptasi' dengan 'sistem' yang baru ini.  Dimana dengan wajah polos mencari ruang kuliah yang berbeda, di gedung berbeda, dan wilayah yang berbeda, tentu saja..

Kesan hari ini?

Nanti :)  Sesaat ingin flashback beberapa minggu kebelakang.. *tapi bingung mulai dari mana*

18 Agustus 2014

Hari pertama pake almamater yang udah dimimpikan dari awal masuk SMA. Almamater nya UGM, mana lagi? :) Ospek, atau kalo di UGM dinamakan dengan PPSMB (Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru) Palapa diwajibkan pakai almamater.  Belum sempet ngicilin karena ternyata salah pilih ukuran hehe.. Jadinya kebesaran deh alma nya .__.

26.8.14

Hello World! ^^

Assalamu'alaikum :)

Ga kerasa, udah 2 bulan aku ga ngepost blog .__.
Maklum sibuk *alaah* hahaha... Yaa.. gimana atuh, agustus kan lebaran, liburan, dan... siap-siap meninggalkan rumah, jadi... galau d rumah gitu deh :3

Sekarang baru beres ospek.  PPSMB Palapa 2014. Resmi jadi mahasiswi UGM, Fakultas dan Jurusan Psikologi.

Jadi inget foto ini, waktu study tour ke sana, dan kaki keseleo *liat kaki kanan*


Dan.... kulanjut ceritanya nanti malam ya :) Mau sarapan dulu, hehehehe..

salam,
anisanza

1.7.14

RI 1

Assalamu’alaikum :)

Awal bulan Juli yang indah bukan? Tiba-tiba mendapatkan feel itu lagi, untuk menulis.  Tulisan kali ini bidang yang sama sekali tidak pernah saya ‘sentuh’.  Baru-baru ini saja saya mulai mendalami bidang ini.  Pemerintahan dan hukum.

Tak terasa, 8 hari lagi, pesta demokrasi terbesar di Indonesia kembali hadir. 9 Juli 2014, bertepatan dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kita, warga negara Indonesia akan memilih pemimpin bangsa yang diharapkan dapat membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik dari sebelumnya...

Pemimpin.

Satu kata yang penuh dengan makna yang dalam.  Satu kata yang disematkan kepada seseorang yang memang layak dan pantas mendapatkannya.  Satu kata yang entah mengapa menjadi rebutan dan incaran banyak orang.  Bahkan, satu kata yang kadang bisa menjadikan adanya tumpah darah.

28.6.14

Marhaban Ya Ramadhan :)

Assalamu'alaikum.. :)

Tidak terasa, waktu begitu cepat berlalu. Ramadhan kembali hadir mengisi kehidupan kita dengan segala keistimewaannya.

Bersyukurlah.
Bersyukurlah karena kita masih bisa menjumpai Ramadhan, tamu yang mulia, tahun ini.
Bersyukurlah karena Allah mengizinkan kita untuk kembali berbenah diri di bulan yang penuh ampunan ini.
Bersyukurlah karena kita masih diberi waktu untuk menjadi seorang muslim yang lebih baik lagi :)

Marhaban Ya Ramadhan.


Jangan sia-siakan Ramadhanmu tanpa tujuan.
Buatlah target yang ingin dicapai selama Ramadhan, semoga target itu dapat membuat kita menjadi lebih baik setelahnya..

Marhaban Ya Ramadhan.

Selamat Menunaikan Ibadah Shaum, Ramadhan 1435 H :)

salam,
anisanza

1.6.14

dreamlist #15 dan dreamlist #78

Assalamu'alaikum...

Untuk memulai postingan ini, rasanya... deg-degan.  Sungguh, aku merasakan keajaiban dari do'a dan restu orangtua.  Ternyata memang benar, ridhonya Allah ada pada ridhonya orangtua pada kita.  Jadi, jangan sepelekan do'a dan keikhlasan serta ridho orangtua kepadamu.  Karena itu akan sangat memengaruhi hidupmu :)

Sejenak, ingin flashback dulu.

Kau tahu? Kelas 12 adalah saat dimana kamu mulai sibuk memikirkan masa depanmu.  Bakal kuliah dimana? Bakal jadi apa nanti? Apalagi semester 2.  Bagi yang belum menentukan impiannya dari awal, tentu dia akan bingung, galau, gatau mau kemana.  Belajar pun hanya untuk mendapatkan nilai terbesar.

Namun, diriku sendiri sudah memiliki tujuan itu bahkan sejak pertama kali menginjakkan kaki di Smansa.  Pikiranku, menerawang ke 3 tahun yang akan datang.  Apa target yang harus kucapai ketika aku memasuki tempat, yang katanya Sekolah Kehidupan, ini?  Aku harus ngapain?

31.5.14

Do'a

Assalamu’alaikum :)

Hai bloggers... Setelah keluar dari berbagai kegalauan menunggu pengumuman UN dan SNMPTN 2014, finally saya kembali untuk berbagi tentang satu hal.

Do’a.

Bagi umat muslim, tentu kita semua mengetahui bahwa do’a adalah senjata yang paling sakti bin mujarab dalam kehidupan kita.  Kenapa gitu? Ya karena melalui do’a, kita berbicara dan meminta pada Allah atas segala hal yang kita keluh kesahkan.

“Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. –QS. Al-Ikhlas: 2
“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. –QS. Al-Fatihah: 5

Tentu kita tidak asing dengan ayat di atas.  Yap, Allah tempat bergantung, Allah tempat meminta pertolongan.  Maka dari itu, do’a adalah sarana kita untuk ‘mengobrol’ dengan Allah. :)

Seorang sahabat Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassalam, Umar bin Khattab, pernah berkata,

15.5.14

Kubus

"Dek sa tau kubus? Kubus punya 6 sisi yang berlainan kan? Biar kita tau ada apa dibalik kubus itu, kita harus ngeliat kubus dari segala sisi.  Jangan cuma liat kubus dari satu sisi, karena nanti kita gatau apa sebenarnya yang dimiliki kubus itu.  Sama kaya hidup.  Kita harus melihat dari banyak sisi.  Jangan cuma dari satu sisi aja.  Nanti kita gabakal tau apa yang sebenarnya terjadi."

by Irfan Rifqi Kresnadi

Dewan Kekeluargaan Mesjid Ar-Rahmah

Assalamu’alaikum :)

Kali ini postingan curcol lagi kayanya hehe... Tadi habis ada yang ke rumah, main, masak bareng mama, makan makaroni berempt, nonton Running Man bertiga, daan... curhat.  Curhatannya disimpen dulu deh, saya mau cerita sesuatu dulu.  Tentang keluarga ke-sekian di Smansa.  Gara-gara curhatannya saya jadi keinget pas saya ada di posisi dia dan teman-temannya.  Jadi kangen... :’)

Dewan Kekeluargaan Masjid Ar-Rahmah SMAN 1 Kota Bogor.

Saya inget dulu sebenernya saya gamau menyatu dengan ‘komunitas’ itu.  Karena suatu trauma yang saya rasakan saat SMP dulu.  Kelas 10, temen-temen saya banyak yang masuk DKM.  Saya masih jadi orang yang emm... apa teh bahasa kerennya, lupa .__.  Pokonya saya bodo amat sama mereka yang masuk DKM.  Banyak yang ngajakin, temen sebaya maupun kakak kelas. Tapi saya tetep nolak.  Alasannya satu, karena trauma.  Saya takut bikin nama DKM jelek lagi kaya waktu SMP dulu karena sifat saya yang suka temenan sama cowo.  Kalo waktu SMP kasusnya lebih parah sih...

Waktu berlalu, sedikit demi sedikit saya melihat perubaha diantara temen-temen akhwat yang saya kenal.  Kaya Dinda sama Endah yang kerudungnya tiba-tiba tebel banget dan memanjang, panjaaang banget dah, sampe saya—yang waktu itu masih pake kerudung tipis dan agak pendek—kaget.  Saya membatin, “Wah... segitunya ya efek DKM...”

14.5.14

Ngomongin orang ga ya?

Assalamu’alaikum, blogger..

Dari kemaren pengen nulis, tapi gatau mau nulis apa.  Ada sih... banyak yang pengen ditulis, tapi kalo tulisannya Cuma curcol lagi, sayang blognya hehehe..  Curcol mah sekali-kali aja kan ya? ^^

Gatau kenapa, kali ini pengen nulis tentang ghibah.  Tau ghibah kan? Emm.. secara bahasa gampangnya itu ghibah merupakan kegiatan dimana seseorang membicarakan sesuatu (ga cuma kejelekan) yang tidak disukai oleh orang yang menjadi subjek pembicaraan itu.  Bahasa gaulnya, ngegosip hehehe :P

Maksudnya tidak disukai tuh apasih? Maksudnya gini nih, ketika kita membicarakan seseorang, kita menyebutkan nama orang itu atau kepribadian orang itu, atau kita ngomongin SARA seseorang.  Kadang tanpa kita sadari kita bisa saling menjatuhkan satu sama lain dan menjelekan satu sama lain meski kita tidak bermaksud untuk itu.  Jadi, biar aman yaaa hindarilah ngomongin seseorang.  Walaupun awalnya ga nyebut nama, tapi biasanya kalo udah keterusan pasti suka kepancing buat ngasih tau siapa sih orang yang dimaksud.  Nah, bisa bahaya itu.  Karena ujung-ujungnya kita berghibah.

Meskipun ghibah itu gaboleh, tapi ada ghibah yang dibolehkan, yaitu:

11.5.14

#repost-twitter

dari twitternya @felixsiauw:

@felixsiauw: yang jelas, kalo kamu bukan pisahnya karena Allah, ya susah | bawaannya kayak nggak ikhlas gitu taatnya hehehe.. (-__-)

@felixsiauw: kalo kamu bener-bener serius, ya ilangin semua yang bisa ingetin tentang dia, apapun itu | 3 bulan, selesai, insyaAllah


@felixsiauw: melupakan itu peru waktu, dan selama waktu itu, belajarlah lebih mencintai Allah | karena cinta pada Allah dan Rasul itu buat :)

#tertampar


salam,
anisanza

10.4.14

last day before the last step begin :')

keluarga kedua. rumah kedua.

kadang mungkin lebih sering menghabiskan hari di tempat ini bersama orang-orang hebat itu.
tak terasa kebersamaan kami tinggal sebentar lagi.

kotak sabunku tercinta, terima kasih atas segalanya.
pelangi-pelangi nan indah kudapatkan darimu.

kotak sabunku tercinta,
do'akan kami, penghuni lantai dasar, agar dapat meraih cita-cita dan mengharumkan namamu :)

salam,
anisanza

30.3.14

:") selalu

"Masalah sekolah itu dipikirinnya di sekolah ajalah kak, di rumah buat istirahat.  Jangan pernah bawa masalah ke rumah.  Itu kaya gini nih, kakak ngangkat batu bata sebentar, rasanya berat kan? Terus kakak lepas batu batanya, jadi kerasa lebih ringan.  Sama kaya masalah.  Kalo kakak bawa masalah ke rumah itu sama kaya kakak ngangkat batu bata, dibawa kemana-mana bahkan dibawa terus sampe rumah.  Kan berat kak..
Kak, UN itu ada bukan untuk ditakutin kan? Kalo undangan juga itu kesempatan pertama, kalo ga dapet undangan mungkin bukan disitu jalannya, dan kakak bisa nyoba kesempatan yang lain. Kakak boleh nangis, tapi jangan sering-sering nangis ya.. senyum dong :)"
again..
by lafazza 

27.3.14

Is it important?

Assalamu’alaikum..
It’s been a very long time right? :)

Pengen nulis, tapi bingung sebenernya mau nulis apa, padahal banyak yang berseliweran di otak.  Hanya saja, semua pikiran itu sedang kalah dengan yang namanya Fisika, Kimia, Matematika, dan Biologi.. Yep, tinggal menghitung hari pake jari.

H-18

But, now I’m here.. bukan untuk ngomongin UN dulu tapi tentang satu kalimat yang pernah diomongin sama seorang teman yang dulu... cukup  sering cerita bareng pas semester 1, sekarang.. I dunno.  Yap, aku akan membahas tentang...

“Is friend really that important?”

Waktu itu, dia bilang gitu ke saya.  Saat saya, emmm.. sebut saja galau karena kehilangan teman-teman yang dulu sering kumpul bareng, cerita bareng, dan nongkrong bareng di mushola sekolah.  Saat itu saya bilang, itu penting.  Teman itu emang penting di saat kita membutuhkannya.  Sekalipun kita sedang tidak membutuhkannya, tapi tetap saja teman itu sangat penting.

14.2.14

Siapa yang meletakkan cintanya hanya di mata, maka hanya sampai disanalah awal dan akhir semua kisah. Siapa yang meletakkan cintanya hanya di kaki dan tangan, maka juga hanya disanalah tempat terjauh yang bisa digapai. Tapi barangsiapa yang meletakkan cintanya di hati, mematuhi aturan main dan senantiasa bersabar, maka dari sanalah semua kisah akan mekar bercahaya, wangi memesona. 

 *Tere Liye

6.1.14

[seperti] pengagum rahasia

Pernah jadi pengagum rahasia?

Aku pernah... terakhir kali saat aku SMP.  Hanya memandang dari jauh orang yang ku kagumi.

Agaknya sekarang aku mendapat posisi itu lagi, posisi [seperti] pengagum rahasia.  Seperti.  Karena aku bukan benar-benar pengagum rahasia, entahlah, aku hanya merasa menjadi "seperti".  Aku tidak tahu apakah orang itu tahu soal ini.  Yang jelas, di hari pertama sekolah ini, aku merasakan hal itu...

Bukan tidak pernah menjalin komunikasi. Pernah dan masih. Itu pun jika memang benar-benar perlu untuk dikomunikasikan. Tapi... tidak sesering orang kebanyakan. Inginnya sih sering, tapi tidak bisa. Terlalu modus mungkin nanti dikiranya.

Upacara. Aku di depan. Dia lewat. Aku langsung menepuk pundak temanku. Deg-degan yang harus dialihkan dengan cara seperti itu.  Melihatnya lewat saja, rasanya seperti... ah, begitulah.