8.9.13

semuanya...

Assalamu'alaikum..

Akhirnya, mengetikkan kata-kata lagi disini. Akhirnya, punya waktu yang bisa banget diisi untuk melampiaskan keinginan menulis.  Akhirnya... ya, Akhirnya bisa bercerita lagi melalui tulisan singkat ini..

Banyak, banyaaaaak banget kejadian yang dilalui selama ga pernah nulis lagi.  Bukan gamau. Sebenernya udah punya waktu khusus untuk menulis. Hanya saja, tubuh selalu egois, inginnya diistirahatkan terus.  Sedih.  Jujur, sedih banget gabisa ngelawan. Tapi, setelah lama tidak mencurahkan kata kata, sekarang rasanya... berdebar-debar. Seperti menemukan belahan jiwa yang hilang.  Yang dulu hilang... pergi, jauh berpetualang meninggalkan diri ini.  Yap, menulis...

Sejujurnya, karena baru menulis lagi, saya bingung mau mulai dari mana.  Mungkin, harus diurut satu-satu ya? Hmm.. okay..


1.  Yang Paling Tua

Tingkat terakhir SMA.  Kelas XII. Impian di depan mata. Tapi, 2 bulan ini, merasa masih 'kopong'.  Seperti ga punya persiapan apa-apa.  Mungkin masih butuh adaptasi. Sampai kapan? Ingin fokus, tapi... masih banyak amanah lainnya, masih banyak yang harus di selesaikan.  Masih banyak......

Teringat satu kalimat, 

"Lebih baik kalian sakit sekarang, cape sekarang, daripada nanti kalian menyesal."

Iya, saya mengerti.  Tapi... Ah, kenapa selalu ada 'tapi' disini. Orang yang gagal itu orang yg punya banyak alasan. Oke, saya akan mulai (ya, baru memulai lagi) untuk tidak menggunakan kata 'Tapi'.

Saya yakin saya bisa.  Saya yakin! Insya Allah...

Melihat mereka bertujuh memborong medali, rasanya... bahagia :')
Teman seperjuangan, impian saya mereka raih, tapi itu bikin saya bahagia.. Salah satu dari mereka yang pernah bercerita.  Dia memiliki impian untuk menjadi salah satu dari orang-orang yang terpajang di 'banner' yang dipasang di depan pintu masuk SMANSA. dan, perjuangannya, sungguh... dia berjuang keras. Akhirnya, melihat impiannya terwujud, sebagai seorang teman (atau mungkin... keluarga..) rasanya.. seperti diri sendiri yang mendapatkan impian itu...

Selamat buat kalian.. 

Suryana dan Rais, buat Emas nya.
Mae, Rafif, Asri, dan Jovan buat Perak nya.
Hanif buat Perunggu nya..

Saya, kami, SMANSA bangga sama kalian :)

2. Masa-masa sarat makna

Teringat kembali, saat saya dan teman-teman berbaris 6 banjar 3 shaf, memakai PDH, ID, dan berdiri di lapangan luar. Kenangan itu, salah satu hal terindah selama kehidupan saya di SMANSA.  Sekolah kehidupan. 2 kata itu bukan hanya kata-kata kosong. Karena SMANSA, memang sekolah kehidupan.

Melihat mereka, adik-adik kami, yang berdiri menggantikan posisi kami dulu, perasaan tidak tega itu ada. Karena, itu artinya kita gaakan bersama lagi. Setidaknya dalam satu kepengurusan. Karena, itu artinya kami akan meninggalkan sekolah kehidupan ini ga lama lagi. Karena, itu artinya kami semua akan berpencar menggapai impian masing-masing.

Rasanya tidak ingin meninggalkan.  Rasanya, hati selalu berkata, "Tidak bisakah waktu dihentikan barang sejenak saja?" Rasanya... rasanya... hati ini menangis...

Lalui masa-masa sarat makna ini ya, dik.. Kalian yang akan memegang sekolah kehidupan ini. Kalian yang akan menggantikan kami menjadi kakak.  Kalianlah 'Kepala Keluarga' saat ini.  SMANSA ada di tangan kalian. Apakah akan kalian buat lebih indah atau... tetap indah seperti saat bersama kami :)

Rantai Emas sayang kalian...
Jangkar Bahtera dan Pedang Platinum

3. Yang Meluap-luap

Tak bisa diungkapkan.
Hanya kebahagiaan yang meluap-luap. Kalo ada kata yang bisa menggambarkan perasaan saya saat ini, kalo ada kata lebih dari sekedar senang atau bahagia, ya.. itulah perasaan saya saat ini.  Bahagia.

Meski banyak hal yang membuat tangisan itu keluar, tapi satu hal yang bisa bikin saya bahagia.  Sungguh, Allah amat baik sama saya.  Sungguh, Allah itu sayang banget sama saya.  Sungguh, Allah membuat saya merasa menjadi orang paling beruntung di dunia.

Alhamdulillah...

Entah apa yang Allah rencanakan atas semua kejadian baik dan buruk saat ini.  Tapi satu hal yang saya yakini.  Allah, memiliki rencana terbaik untuk hambaNya.  Allah, yang paling tau kondisi hambaNya.  Allah, yang paling tau isi hati hambaNya.  dan Allah, yang paling tau apa yang terbaik untuk hambaNya :')

Subhanallah..

Air mata saya menetes...
Terlalu bahagia mungkin? 

Terima kasih untuk mama, papa, dan adik... Terima kasih untuk yang selalu membuat saya bahagia.  Terima kasih untuk yang selalu berada di sisi saya (selain orangtua dan adik saya) meski jauh.  Terima kasih, belum cukup untuk membalas semuanya... Alhamdulillah... Semoga semua impian saya, kamu, dia, dan mereka terwujud.  Semoga Allah selalu memberi yang terbaik untuk saya, kamu, dia, dan mereka.  Semoga kita dipertemukan lagi, entah di lain waktu di dunia ini, atau di dunia yang kekal abadi selamanya..

Mungkin ini yang namanya ukhuwah islamiyah yang... sempurna.  Mencapai 5 tahap yang utuh.  Dimulai dari Ta'aruf, Tafahum, Ta'awun, Takaful, dan Ta'liful Qulub :')

Semoga saya bisa terus mencapai ukhuwah islamiyah yang sempurna bersama teman-teman yang lain..

Saya sayang kalian :)

salam,
anisanza



NB: dedicated to.. orang yang selalu berbagi cerita dengan saya :)
semoga rasa berdebar-debar saat menulis ini selalu ada.. karena saya rindu menulis :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar