24.6.13

Cinta Masa Kecil [part 2-end]

Suasana di kantin hari itu tidak seperti biasanya.  Kantin terlihat lebih sepi dan hanya 5 orang pengunjung—termasuk Yukiko dan Ran—serta para penjaga kios di kantin.
“Yuki-chan, apa kau tidak merasa aneh? Tidak seperti biasanya kantin sepi jam segini.” tanya Ran sambil melirik arlojinya.
“Entahlah, biarkan saja.  Paling orang-orang sedang malas makan.  Penghematan mungkin.” Sahut Yukiko cuek
“Tapi...”
“Hey KAU!”
Tiba-tiba seorang perempuan berambut panjang dan segerombolan temannya memasuki kantin dan menghampiri meja Ran dan Yukiko.
“Asahi-neechan.  Ada apa?” Yukiko masih terlihat tenang-tenang saja.
“Ada apa katamu?  Ada hubungan apa kau dengan Kashimura? JAWAB!” Asahi menggebrak meja membuat 3 pengunjung kantin yang sedang makan terkejut dan pergi meninggalkan kantin.
“Hubungan? Kami hanya tetangga.  Ada masalah apa?” Yukiko berusaha tenang.
“Tidak usah berlagak tidak tahu! Setiap kali kau lewat, setiap kali ada dirimu di suatu tempat yang dilewati Kashimura, dia selalu melihat kearahmu sampai-sampai aku tidak dipedulikan olehnya.  Apa sebenarnya hubungan kalian? Kalian diam-diam mengkhianatiku HAH?!”
Asahi sudah tidak terkontrol, dia menarik rambut Yukiko dan terjadilah pertengkaran sengit itu.  Yukiko mencoba melawan.  Ran ikut membantu melepaskan tangan Asahi dari rambut Yukiko, namun teman-teman Asahi menariknya menjauh dan menahan kedua tangan Ran di punggungnya.
Seketika itu kantin ramai.  Mereka menyoraki Asahi dan Yukiko yang sedang adu badan.  Tarik menarik rambut dan baju pun tak terelakkan.  Asahi mulai main tangan.  Dia menampar Yukiko sampai Yukiko jatuh tersungkur di lantai.  Dia menarik kerah Yukiko dan berusaha menamparnya lagi.
“CUKUP!”

Sosok laki-laki yang dikenal dengan nama Ryu, berhasil menahan tangan Asahi yang hampir mendarat di pipi kanan Yukiko.
“Apa-apaan ini?” ujar Ryu sambil melepaskan tangan Asahi.
“KAU!” ujar Asahi sambil mengarahkan telunjuknya ke muka Ryu, lantas pergi dari tempat itu meninggalkan Yukiko yang terduduk lemas di lantai.
Perkelahian itu berakhir.  Kantin yang tadi ramai, kini sudah kembali sepi.  Ryu dan Ran berusaha membantu Yukiko berdiri dan membawanya ke UKS.
****
“Ah, pelan-pelan, Ran-chan...”
“Tahanlah sedikit.  Mukamu terlalu banyak memar-memarnya.  Apa maksud Asahi melakukan ini padamu?” ujar Ran sambil mengompres pipi Yukiko yang terkena tamparan Asahi beberapa kali.
“Mungkin dia cemburu...” ujar Ryu
“Untuk apa dia cemburu? Lagipula, Kashimura-san sudah menjadi pacarnya, kenapa harus cemburu padaku?”
“Yukiko-chan...”
“Yuki...”
Kashimura berdiri di depan pintu UKS dan dia dan Ryu bersamaan memanggil nama Yukiko.
“Kashimura-san?” Yukiko terdiam, bingung.
“Boleh tinggalkan kami berdua sebentar?” ujar Kashimura kepada Ryu dan Ran.
Ran mengangguk dan tersenyum.  Dia menarik Ryu keluar dari UKS meninggalkan Yukiko yang masih terlihat bingung, berdua dengan Kashimura.
“Yuki, aku tidak mau bertele-tele.  Maafkan Asahi yang telah membuatmu seperti ini.  Tenang, dia sudah bukan pacarku lagi.  Kau tahu?  Aku akhirnya menyadari satu hal semenjak melihatmu sering berjalan dengan Ryu.  Ya, aku tidak rela membiarkanmu dekat dengan orang lain selain aku.”
Yukiko masih terdiam.
“Ya, maksudku, mungkin perasaanku terhadap Asahi muncul karena dipaksakan oleh semua perkataan teman-teman kami.  Tapi, perasaan tidak dapat dibohongi.  Selama ini aku merasa kehilangan sosok Yukiko yang sangat aku sayangi.  Kau mengerti kan maksudku? Aku tidak bisa melihatmu dengan orang lain selain aku.  Tolong, jangan tinggalkan aku lagi...” ujar Kashimura yang lalu memeluk gadis yang tanpa dia sadari namanya sudah terukir di hatinya semenjak kecil.
Yukiko tidak dapat mengatakan apa-apa.  Dia tersenyum, dan balas memeluk Kashimura, orang yang telah disayanginya sejak 11 tahun yang lalu.
“Kashimura-san...”
Di luar UKS, Ran dan Ryu yang mengintip kejadian itu terdiam.  Ran tersenyum, akhirnya sahabatnya dapat merasakan kebahagiaan dengan orang yang disayanginya.
Seketika itu juga Ryu berlalu, menunduk.  Menyembunyikan raut kesedihan yang terpancar jelas di wajahnya.
**THE END**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar