26.6.13

another part of Ilusi Hati

Assalamu'alaikum!

Yep, saya pernah posting tentang Ilusi Hati disini. Dan, karena saya sadar, kayanya saya sering banget ber-ilusi.  But, I know that.  Saya tau kalo saya lagi berilusi.  And you know? Itu asik. Di satu sisi, saya pernah bilang kalo ilusi itu menyakitkan.  Tapi disisi lain, ketika kita tau kita cuma berilusi, yaudah, fun fun aja tuh hahaha..

Contohnya kaya waktu itu, saya lagi jalan sama Meyta.  Berdua (cieeee) apasih hahaha...  Kita jalan aja, ngobrol-ngobrol dan... ber-ilusi.  Tapi ilusi itu bikin kita ketawa ketawa, karena kita tau itu cuma ilusi.  Belum pasti kejadian, itu cuma imajinasi kita aja.  Right? ^^

Kita beli makan waktu itu, ohiya, waktu itu tuh lagi jalan di Botani.  Trus di lantai 2 nya kita nyari kursi biar bisa makan sambil duduk.  Dan saking berilusinya saat itu, saya lupa sama barang bawaan saya.  Kita udah jalan pulang, udah mau nyebrang sampai suatu waktu saya sadar ada yang ilang.

all about togetherness :')

Assalamu’alaikum..

Smansa Day 2013. Kata yang terbayang pertama selalu, KEBERSAMAAN.  Kenapa? Ya karena Smansa Day intinya adalah kebersamaan.  Kebersamaan panitia tiap acara, kebersamaan setiap ekskul, kebersamaan tiap angkatan, dan kebersamaan keluarga besar Smansa Bogor :)

Taun ini guest star nya kece parah.  Mulai dari LSWK yang ngedatengin Ryan Adriandhy yang main di Malam Minggu Miko, PMR yang ngedatengin bintang L-Men Rizal Al-Idrus yang bikin cewek cewek teteriakkan di depan panggung, eASY yang ngedatengin @poconggg,  Cepot’s yang ngedatengin Raditya Dika, sampe OSIS nya sendiri yang ngedatengin The Changcuters!!

Ryan Adriandhy

Rizal Al-Idrus

Raditya Dika

The Changcuters

Smansa Day taun ini berkesan banget.  Kenapa? Lagi-lagi karena kebersamaannya.  Tanpa kebersamaan dan kekompakan panitia, ga mungkin acara bakal berjalan lancar.  Mungkin cerita berkesan tiap acara bakal saya ceritain, terutama acara dimana saya ikut terlibat menjadi panitianya. Check this out!

24.6.13

Cinta Masa Kecil [part 2-end]

Suasana di kantin hari itu tidak seperti biasanya.  Kantin terlihat lebih sepi dan hanya 5 orang pengunjung—termasuk Yukiko dan Ran—serta para penjaga kios di kantin.
“Yuki-chan, apa kau tidak merasa aneh? Tidak seperti biasanya kantin sepi jam segini.” tanya Ran sambil melirik arlojinya.
“Entahlah, biarkan saja.  Paling orang-orang sedang malas makan.  Penghematan mungkin.” Sahut Yukiko cuek
“Tapi...”
“Hey KAU!”
Tiba-tiba seorang perempuan berambut panjang dan segerombolan temannya memasuki kantin dan menghampiri meja Ran dan Yukiko.
“Asahi-neechan.  Ada apa?” Yukiko masih terlihat tenang-tenang saja.
“Ada apa katamu?  Ada hubungan apa kau dengan Kashimura? JAWAB!” Asahi menggebrak meja membuat 3 pengunjung kantin yang sedang makan terkejut dan pergi meninggalkan kantin.
“Hubungan? Kami hanya tetangga.  Ada masalah apa?” Yukiko berusaha tenang.
“Tidak usah berlagak tidak tahu! Setiap kali kau lewat, setiap kali ada dirimu di suatu tempat yang dilewati Kashimura, dia selalu melihat kearahmu sampai-sampai aku tidak dipedulikan olehnya.  Apa sebenarnya hubungan kalian? Kalian diam-diam mengkhianatiku HAH?!”
Asahi sudah tidak terkontrol, dia menarik rambut Yukiko dan terjadilah pertengkaran sengit itu.  Yukiko mencoba melawan.  Ran ikut membantu melepaskan tangan Asahi dari rambut Yukiko, namun teman-teman Asahi menariknya menjauh dan menahan kedua tangan Ran di punggungnya.
Seketika itu kantin ramai.  Mereka menyoraki Asahi dan Yukiko yang sedang adu badan.  Tarik menarik rambut dan baju pun tak terelakkan.  Asahi mulai main tangan.  Dia menampar Yukiko sampai Yukiko jatuh tersungkur di lantai.  Dia menarik kerah Yukiko dan berusaha menamparnya lagi.
“CUKUP!”

Cinta Masa Kecil [part 1]

Assalamu'alaikum!! akhirnyaaa ngeblog juga, udah ada yang ribut nungguin postingan terbaru dari saya hahaha.. oke, sebelum cerita-cerita tentang sekolah dan kesibukan selama 2 bulan ini (bakal melankolis soalnya) saya mau post cerpen yang dibikin sama saya dan seorang teman *lirik Salsa* waktu ada tugas B. Indonesia kelas X.  Enjoy :)

Bel telah berbunyi 4 kali.  Yukiko segera membereskan bukunya dan beranjak dari tempat duduk menuju kantin.  Ini sudah memasuki bulan kedua dia bersekolah sebagai seorang anak SMA di salah satu SMA terbaik di Jepang.  Awalnya, dia enggan dapat diterima di sekolah ini.  Namun, ada satu motivator terbesarnya sampai akhirnya Yukiko berjuang demi mendapatkan kursi di sekolah ini.  Ya, itu karena Kashimura.
Yuki dan Kashimura sudah bersahabat sejak kecil, sejak Yuki berumur 3 tahun dan Kashimura berumur 5 tahun.  Mereka bertetangga.  Kashimura adalah orang pindahan yang menempati rumah kosong di depan rumah Yuki.  Mungkin karena faktor kedua orangtua mereka juga bersahabat, jadilah mereka bersahabat dekat seperti sekarang.  Bahkan bisa dibilang, mereka lebih dekat dari saudara kandung.
Kembali ke masa kini.  Yuki mencari-cari Ran, sahabatnya, yang biasanya sudah duduk manis di meja tengah kantin.  Matanya menyapu ruangan 2x3 meter itu dan seulas senyum langsung tampak diwajahnya saat ia menemukan siapa yang dicarinya.
“Ran-chan!” sapanya sambil menepuk bahu Ran
“Uhuk! Hey, Yuki.  Kau tidak lihat aku sedang minum?” jawabnya sambil mengelus-elus leher akibat tersedak tadi.
Yukiko tersenyum, dia memalingkan matanya keluar kantin, “Ran-chan...”