4.10.12

hilang

assalamu'alaikum..

entah sudah berapa lama saya 'terisolasi' dari dunia blogging. rindu, dan sesak rasanya ketika harus memendam semua sendiri. tanpa di tulis. yap! saya memang tidak andai berbicara, saya hanya bisa menyampaikan lewat tulisan dengan kata kata ini.

saya... sedikit kehilangan motivasi.
tidak.
bukan karena saya terpatok hanya pada satu orang.
banyak kok orang yang memotivasi saya.
hanya...
satu orang inilah, yang benar benar membuat saya seperti sekarang ini.


masih terbayang jelas,
awal mula saya bercerita kepadanya. saat itu, sedang ada masalah di rumah, dan kebetulan, saya habis ngobrol sama dia di FB.  sedikit menghibur. sampai akhirnya, masalah itu terjadi di rumah, dan saya cerita ke dia. saya tidak menyangka, sampai beberapa waktu yang lalu, saya sering bercerita kepadanya. meminta solusi, atau sekedar meluapkan uneg-uneg hati.

kakak..
ya, saya benar-benar merasa punya kakak. entah dia, atau kalian mau percaya dengan saya atau tidak, terserah. tapi itu yang saya rasakan.
kakak..
nggak lebih. karena saya pun senang ketika dia mau bercerita tentang orang yang disukainya. saya senang ketika dia mau berbagi cerita dengan saya, entah itu masalah dia dengan orang yang disukainya atau bukan, saya senang. saya senang dia bisa terbuka dengan saya saat itu. saya senang, dan saya lega ketika semua uneg-uneg saya ceritakan kepadanya..

saya juga nggak ngerti kenapa cuma ke dia. saya juga nggak ngerti kenapa saya bisa se-lega itu saat cerita ke dia. kata-katanya, membangun, memotivasi, hanya sekedar kata "Smangat!" . saya juga nggak ngerti kenapa! tolong jangan kira saya macam-macam, jangan kira saya tidak punya motivasi lain, jangan kira saya SUKA sama dia. ENGGA. saya juga nggak ngerti kenapa...

saya sadar. saya salah langkah lagi saat itu.
bukan maksud saya menambah bebannya.
bukan dalam artian yang dia pikirkan, saya pikir dia salah mengerti. bukan itu yang saya maksud. oke, mungkin ngga ada yang ngerti. karena saya pun nggak ngerti.

dan saya harus terima konsekuensinya.
di hari itu, palu sudah di ketuk. keputusan sudah diambil dari... 1 pihak. ya, karena saya sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi saat itu. saya menyesal, saya bukan orang yang pandai  berkata-kata. saya menyesal, saya tidak bisa menjelaskan apa yang sebenarnya saya rasakan dan saya pikirkan. saya menyesal. karena sudah terlalu sesak.

"plis jangan nangis."

saya tahan. karena dia meminta. karena saya juga gamau nangis di depan dia. ngapain?

dan sekarang, saya harus terima kalo dada ini sesak. hilang semua kelegaan ketika bercerita. sekali lagi, saya juga nggak ngerti kenapa gini. bener-bener nggak ngerti. saya sudah libatkan Allah, saya udah curhat ke Dia. tapi tetap, ada yang hilang.

hilang.

dan saya gabisa memenuhi permintaannya. mungkin kalian berpikir saya bergantung kepada dia, tapi... entahlah, saya nggak tau. tolong ngerti perasaan saya. saya ngerti masalah dia, saya terima perubahan dia ke saya, tapi... nggak gini :'(

saya ingin seperti yang lain. tak bisakah menganggap kejadian itu nggak pernah ada? saya bisa, kenapa dia engga? saya ingin dia terbuka lagi dengan saya. ingin ya Allah :'(
saya nggak bisa lega cerita ke siapapun. ke Allah. iya, udah, tapi perasaan hilang itu masih ada. astaghfirullah..


oke, kata terakhir saya..
saya iri.
iri.
iri.

engga, ini yang terakhir.

saya butuh dia, saya butuh kakak.

salam,
anisanza

Tidak ada komentar:

Posting Komentar